Tips Cari Kerja Agar Cepat Dapat Kerja untuk Freshgraduate





Jumlah pengangguran lulusan S1 di Indonesia senantiasa meningkat karena minimnya lowongan kerja. Benarkah? 😏😏

Tujuan kuliah itu memang untuk menimba ilmu sih, tidak melulu supaya kita bisa siap kerja karena nyatanya banyak sekali yang bingung mau kerja apa setelah lulus (ini gak berlaku kalau kamu kuliah di jurusan keprofesian seperti kedokteran, akuntansi, dll ya.. kecuali kalau emang mau murtad).

Nah, kali ini saya mau berbagi tips berdasarkan pengalaman saya yang pernah bertitle pengangguran sejak H+1 menggunakan toga wisuda sampai akhirnya saya dapat pekerjaan pertama di tahun yang sebetulnya agak terlambat dibandingkan teman saya lainnya 😅. 


Buat intermezo aja.. pernah liat meme ini?

cari pengalaman kerja
                                                            sumber : freecodecamp.org


Mencari Pengalaman Kerja di Tempat yang Mensyaratkan Pengalaman Kerja?

Jangan dulu sedih kalau sedang dihadapkan dengan hal ini, ketika kamu melihat kekonyolan ini di suatu platform pencarian kerja, segera cari peluang di perusahaan yang lain. Karena pada dasarnya ada 3 jenis kebutuhan perusahaan ketika sedang melakukan rekrutmen :

1. Cari karyawan berpengalaman
2. Cari freshgraduate (paling banyak dipake buat program MT atau management trainee)
3. Cari anak magang atau outsource untuk bantu karyawan mereka mengerjakan beberapa project
4. Cari pegawai tetap sebagai PNS atau karyawan BUMN


Tentunya saya gak mau para freshgraduate kebingungan mencari tujuan karir. Bahkan sebelum memikirkan mau berkarir dimana, ada banyak sekali hal-hal yang perlu kamu persiapkan.

Tips Cari Kerja Untuk Freshgraduate

Dan kalau kita perhatikan sekarang, malah banyak sekali lho jenis-jenis pekerjaan yang belum ada di masa orang tua kita. Kalau orang tua bertanya apa pekerjaan kita sekarang, pasti mereka terheran-heran apa itu copywriter? apa itu digital marketing strategist ? Dll. 

Sehingga kita harus mempersiapkan dari sebelum lulus agar kita lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Bisa jadi setelah kamu lulus, ada banyak jenis pekerjaan yang namanya sulit dimengerti karena kamu belum pernah tahu ada posisi tersebut.


Berikut ini step-step yang bisa dipersiapkan sebelum lulus :

Tentukan Dulu Posisi dan Kondisi Kamu Sebelum Cari Kerja


Mungkin buat kamu yang benar-benar freshgraduate polos dan baru mateng banget nih, lupakan aja kriteria karyawan nomor 1. Tapi kamu bisa "nekat" ikutan seleksi Management Trainee yang biasanya diadakan oleh perusahaan kenamaan yang nama brand atau produknya populer di Indonesia atau luar negeri. 

Program Management Trainee adalah bagian dari program perusahaan untuk lulusan baru yang tidak memiliki pengalaman, agar diberikan pelatihan yang tepat di setiap departemen perusahaan, lalu dievaluasi oleh manajer atau senior manajer mereka dan ditempatkan di departemen yang mereka kuasai.  (ekrut.com)

Hanya saja seleksi MT ini biasanya menguras tenaga dan uang, belum lagi kompetisinya juga cukup ketat. Yakin mau ikutan seleksi MT ? Jika iya, kamu harus siap mental, waktu, tenaga, dan uang serta banyak cari-cari info di komunitas-komunitas yang sama-sama jadi pejuang MT di forum Kaskus atau Telegram.

Sedangkan untuk posisi PNS atau BUMN, ini ada tips tersendiri yang mungkin akan saya ulas nanti. Intinya untuk menjadi karyawan PNS dan BUMN ini rasanya gak jauh beda seperti mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi alias, berat 😓

Tapi, kalau kondisi kamu serba sulit untuk mengejar mimpi untuk ikutan rekrutmen di perusahaan bergengsi entah karena faktor biaya, akomodasi, dll, gak usah khawatir. Kamu bisa "menghias" diri kamu terlebih dahulu sebelum mencari kerja.


Pastikan Kamu Selalu Aktif Berkontribusi dan Berkegiatan, Jangan Nganggur Sedikitpun!

Dari beberapa point pertanyaan yang sering ditanyakan oleh HRD atau rekruiter, pasti ada pertanyaan seputar kesibukan kamu selama menganggur. Kalau kamu hanya menjawab "saya selama ini sibuk mondar mandir ikutan rekrutmen dan apply pekerjaan di j*bstreet" maka kamu harus benahi lagi jawaban kamu serta perbaiki lagi rutinitas kamu. Beberapa point yang ingin saya bagikan kali ini sebaiknya udah kamu persiapkan dari sebelum lulus.


Tips Persiapan Sebelum Cari Kerja untuk Freshgraduate :

1. Belajar bahasa inggris 


Gak dipungkiri kemampuan berbahasa inggris baik lisan maupun tulisan sudah seperti menjadi syarat utama atau syarat pendukung bagi beberapa perusahaan. Kamu bisa aja ambil kursus bahasa inggris yang khusus program untuk umum, atau belajar otodidak di Youtube dan beberapa aplikasi belajar bahasa inggris. 

Kamu juga bisa cari bahan belajar bahasa inggris di beberapa situs kursus online seperti Udemy, Coursera.org, you name it lahh.. (nanti cari aja yang versi gratis, karena beberapa course-nya banyak yang berbayar). Yang jelas kaum milenial tuh sangat dimudahkan deh untuk belajar yang gini-ginian. Intinya jangan males aja. 

Saya gak jago bahasa inggris, apa harus banget jago bahasa inggris di tempat kerja nanti?

Well, tempat kerja saya yang sekarang meskipun mensyaratkan karyawannya utk bisa bahasa inggris, tapi implementasinya tidak 100% digunakan, tapi at least bisa sangat berguna ketika kita ada kedatangan klien dari luar negeri. Tapi kalau kamu gak yakin dengan kemampuan kamu, saya cuma mau kasih tahu bahwa yang mesti kamu pelajari untuk memenuhi basic english skill ini adalah : basic grammar, daily conversation at work, dan basic vocabulary yang sering dipakai untuk sehari-hari.

Jangan dulu mikir ribet-ribet harus bisa speak english fluently, asal kamu bisa kuasai 3 point itu, kamu bisa belajar lagi bahasa inggrisnya secara paralel dan bertahap setelah nanti udah keterima kerja.

2. Mengerjakan hobi yang bisa "dibanggakan"


Sekali lagi, kaum milenial sekarang benar-benar difasilitasi untuk melalukan hobi. Maksud dari hobi yang bisa dibanggakan ini antara lain hobi yang memang bisa kamu pamerkan dan bisa mendapatkan apresiasi. Misalnya, kamu hobi nonton? jangan cuma tulis "hobi : nonton" di CV kamu, tapi buatlah hal yang lebih produktif dari kegiatan hobi nonton kamu, misalnya bikin sinopsis/review film lalu kamu tulis di blog pribadi atau di platform UGC (user generated content) seperti Kompasiana, Medium, dll.

3. Aktif Kontribusi Jadi Volunteer/Anak Magang

Daripada bengong ga ada kegiatan, mendingan belajar bersosialisasi dan merasakan kerja tim dengan orang-orang baru, misalnya di kegiatan volunteer, atau jadi anak magang di perusahaan atau startup. Dengan terbiasa bekerjasama dengan orang-orang baru, ini akan membantu kamu melatih team work saat di tempat kerja nanti. Karena dimanapun kamu bekerja, kamu gak mungkin bekerja sendirian tanpa bantuan orang lain. 
Dimana cari info lowongan volunteer atau magang? Sekali lagi, anak milenial itu sangat dimudahkan untuk mencari hal yang kaya gini-gini. Tinggal buka hape lalu cari di IG atau Google juga pasti ketemu.

4. Mengenal Diri Sendiri Lebih Dalam


Percaya atau enggak, salah satu pertanyaan HRD yang bikin saya puyeng sendiri adalah ketika saya diminta mendeskripsikan diri saya sendiri. Mungkin deskripsi dalam 1 - 2 kalimat sih masih oke, tapi kalau sampe dipretelin atau dijabarkan lebih lengkap, rasa-rasanya teman saya lebih tahu diri saya dibanding saya sendiri. Nanti kamu juga akan dihadapkan dengan beberapa tes psikologi masuk kerja yang mengharuskan kamu menjawab banyak pertanyaan mengenai karakter kamu.

So, kamu harus renungkan dan tulis apa aja yang menjadi ciri khas kamu, apa saja kekurangan dan kelebihan kamu, serta apa yang kamu sukai. Hal ini penting sekali karena akan membantu kamu menemukan jenis pekerjaan yang tepat sesuai diri kamu.

5. Mau coba apply pekerjaan sebelum lulus? Boleh banget!


Di zaman sekarang, masih ada loh perusahaan yang mau merekrut karyawan dengan status masih mahasiswa atau bahkan tanpa gelar. Tapi gak perlu gengsi, karena dengan berbekal pengalaman ini kamu malah bisa meyakinkan rekruter bahwa kamu pernah bekerja walalupun statusnya freshgraduate.

Beberapa pekerjaan yang mungkin terpikirkan oleh saya yang bisa kamu coba apply antara lain : freelance content writer, social media admin, penyiar radio dan pekerjaan lain yang sangat related dengan hobi atau jurusan kamu saat ini misalnya web developer, desainer dll. 

Apply pekerjaan juga bisa melatih kamu membuat CV yang bagus dan juga terlatih berbicara dan menggunakan gestur tubuh yang tepat ketika di interview.

6. Pelajari FAQ dari HRD  saat interview mulai sekarang !

Ketika nanti kamu mengikuti proses rekrutmen, pasti akan ada momen dimana kamu mendapatkan pertanyaan dari HRD. Berdasarkan pengalaman saya menjalani beberapa rekrutment di lebih dari 8 perusahaan saat baru lulus, saya menemukan bahwa pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan HRD di setiap perusahaan itu mirip-mirip, lho.. yang artinya list pertanyaannya itu-itu saja.


Contoh beberapa list pertanyaan HRD saat interview :

1. Ceritakan tentang dirimu

2. Apa kelebihan dan kekurangan kamu?

3. Mengapa ingin bekerja disini?

4. Mengapa kita harus merekrut kamu?

5. Apa rencana kamu 5 tahun kedepan?

6. Berapa gaji yang diinginkan dan mengapa?

7. Ada pertanyaan untuk kami?


Kamu cuma perlu mempelajari "apa maksud HRD menanyakan hal ini?" Dan juga mempelajari "bagaimana jawaban yang bagus untuk menanggapi pertanyaan ini? kok pertanyaannya tampak sepele tapi menjebak?" (selanjutnya akan saya paparkan di artikel saya berikutnya ya)


Kerja di bidang yang beda jauh dengan jurusan kuliah? No Problem!

Beberapa di antara kamu pasti pernah merasa : 

"aduh, jurusan saya ini sebetulnya prospek kerjanya seperti apa sih? kok senior saya banyak yang gak nyambung pekerjaannya dengan jurusan yang diambil?"

Percayalah, banyak sekali kok yang bekerja di tempat yang gak nyambung sama sekali dengan jurusannya. Tapi mereka-mereka ini tetap bisa berkontribusi dan bahkan menjadi orang nomor satu.

Tahukah kamu, mayoritas founder startup populer di Indonesia memiliki background pendidikan teknik ketimbang pendidikan bisnis? Sebut saja Ferry Unardi, CEO Traveloka yang merupakan lulusan computer science and engineering.

Tidak masalah kok kalau kamu kelak bekerja di posisi yang berbeda jauh dengan prospek kerja jurusan kamu, yang terpenting adalah kamu bisa memaksimalkan potensi kamu dan berkontribusi.



Well well.. Setelah kamu benar-benar matang dan siap jadi freshgraduate setelah wisuda nanti, dijamin kamu akan melangkah lebih percaya diri ketika apply pekerjaan.

Next, akan saya update lagi dengan artikel tips menemukan jenis pekerjaan yang tepat sesuai minat dan bakat, serta artikel macam-macam test psikologi masuk kerja dan cara mengerjakannya. 

sumber :
glints.com
karyawanesia.com



2 komentar

  1. Tulisannya sangat bermanfaat kakak. Ini yang saya cari-cari. Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini persaingannya semakin ketat pasti bakal banyak waktu kosong yang harus diisi sembari mencari pekerjaan baru. Jadi tidak sabar pengen lihat tulisan-tulisan kakak selanjutnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir ya.. Bener banget, selagi pandemi ini saya paham pasti adik2 pada kesulitan apply kerja apalagi kalau harus datang ke kantor perusahaan yang belum tentu jaraknya dekat dari rumah. Bahkan sekarang banyak rekruter yang memanfaatkan aplikasi meeting online untuk interview.

      Hapus