Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dari terpaksa, terbiasa, kemudian merasa butuh.





Ilustrasi diatas hanyalah contoh bagaimana menjalankan proses menuju kenikmatan dalam mencintai Al-Quran. Mungkin kalau sy boleh jujur sih, kalo ditanya sudah sampai level mana cintanya sama Al-Quran, hhmm jauh bgt kali ya, naksir aja kayanya belum. Ya da saya mah apa atuh, baru bisa belajar pakai jilbab yg syar'i saja udah syukur, barusan bgt ada tmn yg nyeloteh "kamu dulu belom dikerudung kan mar?"  hmm jelb juga tuh rasanya, padahal mah yg dulu biarlah berlalu, sing penting aku udah taubat gitu lho, ya walaupun kelakuan masih rada2 ada sisa2 jahiliyahnya. Ah ya udah lah namanya jg anak muda, doakan saja bisa terus menjadi lebih baik. Aamiin.

Nah, balik lagi ke topik semula, memang sih kalau ada yg bilang kita bisa karena biasa. Namun ternyata, disadari atau tidak, kita bisa terbiasa karena awalnya dipaksakan dahulu. Anak kecil saja harus dipaksa dahulu makan sayur agar mau makan sayur, Jarang sekali ada anak yang langsung tertarik dan mencintai sayur sejak lahir, karena sejak lahir dia hanya tau rasa susu. Begitupun amalan dan kebiasaan baik lainnya yang harus dilakukan dengan terpaksa dahulu (sambil dicari tahu juga manfaatnya apa) sampai lama-lama akhirnya kita bisa benar-benar terbiasa dan membutuhkan itu.

Dipaksa, bukan berarti kita harus selalu merasa berada dibawah ancaman dimana kalau kita gak melakukan kebaikan yang dimaksud, maka kita akan dijebloskan ke neraka. Hmm menurutku Allah gak sampai sekejam itu, namun tentunya kita harus ingat satu hal ketika kita ingin memulai berbuat kebaikan atau merubah akhlak kita, bahwa ketika kita bersungguh-sungguh menjalani suatu kebaikan, maka Allah akan memberi kita jalan, dan hal itu tentu akan mempermudah kita, cobain deh, hal ini benar2 nyata kok. Tapi, masa sih Islam begini banget? kok banyak bgt ya aturannya? Yah namanya juga manusia, banyak sekali dalihnya, padahal tidak ada yang namanya ketidaknyamanan selain ketidaknyamanan itu sendiri, kita hidup gak bisa enak terus, selalu ada perjuangan di dalamnya, Kata siapa menuju kebahagiaan itu ga ada rintangannya? Semua orang yang ingin bahagia pasti harus merasakan zona tidak nyaman dahulu, yang tadinya malas bangun pagi, menjadi harus bangun pagi.. tidak nyaman bukan? ya, pada awalnya tidak nyaman, tapi mari kita lihat nanti, karena hidup belum berakhir, hidup masih panjang. 

Setelah dipaksa, akhirnya lama-lama menjadi terbiasa sampai akhirnya kita sadar bahwa jika kita melewatkan satu hari saja tanpa melakukan kebiasaan tersebut, rasanya ada yang kurang. nah justru di tahap inilah yg rasa rasa jauh lebih sulit dibandingkan ketika memulai, padahal memulainya pun dipaksakan. Mempertahankan sesuatu ternyata jauh lebih sulit dibanding memulainya, namun perihnya perjuangan kita untuk mempertehankannya pasti akan berbuah manis, karena suatu saat kita akan merasa butuh dengan kebiasaan yang telah kita lakukan. Butuh karena memang kita butuh, bukan kita ingin, tapi ya memang kita butuh! demi kebaikan diri kita sendiri!

Keep Istiqomah.. Aamiin.. 

Posting Komentar untuk "Dari terpaksa, terbiasa, kemudian merasa butuh. "